MediaBantenCyber.co.id (MBC) Tangerang – Warga Kampung Empetan, Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mengaku resah dengan dugaan peredaran obat keras jenis tramadol yang disebut-sebut dijual secara bebas tanpa resep dokter.
Dugaan penjualan tersebut disebut berlangsung di salah satu rumah di Kampung Empetan RT 01/04. Warga menduga obat keras itu diperjualbelikan oleh seseorang berinisial J alias Cobra. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena pembelinya diduga berasal dari kalangan remaja.
Tramadol merupakan obat yang penggunaannya memiliki ketentuan medis dan tidak semestinya diperjualbelikan secara bebas tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Karena itu, warga meminta adanya perhatian dan tindakan dari aparat terkait untuk memastikan dugaan peredaran obat tersebut.
“Sebenarnya warga sini sudah resah, Bang, adanya penjual obat tramadol. Takutnya anak saya atau anak teman saya kecanduan, nanti jadi berbuat tidak benar,” keluh seorang warga Empetan, Buaran Bambu, yang meminta namanya tidak dipublikasikan melalui pesan WhatsApp, Kamis (27/8/2026).
Menurut warga, keberadaan dugaan penjualan obat keras tersebut dikhawatirkan dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan, khususnya bagi kalangan remaja yang masih rentan terpengaruh penyalahgunaan obat.
Warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah sesuai ketentuan apabila dugaan tersebut terbukti.
“Saya dan warga sini minta oknum penjual tramadol ditangkap untuk memberikan efek jera agar tidak jual obat lagi, dan agar yang lainnya takut untuk jual obat tramadol,” ujarnya.
Sementara itu, saat wartawan mencoba mendatangi kediaman yang disebut warga sebagai lokasi dugaan penjualan obat tersebut, wartawan bertemu dengan dua orang laki-laki. Salah satunya diduga merupakan J alias Cobra yang disebut warga sebagai penjual obat keras.
Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan penjualan tramadol, J alias Cobra membantah dan mengaku tidak menjual obat keras.
“Cari siapa, Bang? Kenal tidak sama orangnya? Di sini mah hanya ada ayam, tidak ada apa-apa,” tutur J alias Cobra.
Hingga berita ini ditulis, dugaan penjualan tramadol tersebut masih sebatas informasi dan keluhan warga. Diperlukan klarifikasi serta pemeriksaan dari pihak berwenang untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut dan menentukan ada atau tidaknya pelanggaran hukum. (Red)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
