KOTA SERANG – Tradisi Pasar Jedogan di Kota Serang tahun ini tidak lagi digelar di Pasar Royal. Pemerintah Kota Serang memutuskan memindahkan lokasi kegiatan ke kawasan Pasar Lama dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (17/3) hingga Kamis (19/3).

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan pemindahan lokasi dilakukan untuk mengakomodasi aktivitas perdagangan yang diperkirakan akan membludak menjelang Hari Raya Idul Fitri sekaligus menjaga aset-aset Royal Baroe.

“Pasar Jedogan akan dilaksanakan di Pasar Lama selama tiga hari, mulai tanggal 17 sampai 19 Maret,” kata Wahyu.

Selama kegiatan berlangsung, ruas Jalan Jenderal Sudirman akan ditutup sementara untuk mendukung kelancaran aktivitas jual beli antara pedagang dan pembeli.

“Penutupan jalan dimulai dari Aneka Swalayan sampai Blok D,” jelasnya.

Wahyu mengungkapkan, dalam Pasar Jedogan tahun ini akan tersedia sekitar 180 stan dan 50 lapak emperan. Para pedagang akan menjual berbagai jenis barang, mulai dari pakaian, produk UMKM, hingga makanan.

Ia menambahkan, pemerintah akan memprioritaskan pedagang lokal untuk berjualan di Pasar Jedogan, khususnya mereka yang sebelumnya terdampak penertiban di kawasan Pasar Kepandean dan Pasar Royal.

“Yang kita prioritaskan adalah pedagang yang sebelumnya dipindahkan ke Pasar Kepandean serta PKL dari Royal. Ini juga sebagai bentuk perhatian kepada pedagang yang terdampak penertiban,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan, untuk menjaga kebersihan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung, terutama di sepanjang kawasan Pasar Lama dan Jalan Tirtayasa.

Pemkot Serang memperkirakan perputaran uang selama gelaran Pasar Jedogan bisa mencapai Rp3 miliar hingga Rp5 miliar, sehingga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil di Kota Serang.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch