HP Indonesia resmi memperkenalkan laptop terbaru HP OmniBook 5 pada Kamis (5/11/2026). Perangkat ini menyasar pengguna dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan laptop untuk menunjang pekerjaan, aktivitas kreatif, hingga hiburan dalam satu perangkat.

Salah satu daya tarik utamanya adalah desain tipis dan ringan dengan bobot sekitar 1,16 kilogram serta ketebalan 11 mm. HP juga membekalinya dengan layar 2,5K OLED yang mendukung sentuhan dan dapat ditekuk untuk memberikan fleksibilitas penggunaan.

President Director HP Indonesia, Juliana Cen, mengatakan kebutuhan perangkat serbaguna semakin meningkat seiring banyaknya masyarakat yang menjalankan pekerjaan sampingan atau side hustle.

Ia merujuk pada hasil survei HP Work Relationship Index 2026 yang menunjukkan 57 persen penduduk Indonesia memiliki pekerjaan sampingan.

“Ini adalah peluang bagaimana HP bisa membantu dan juga bisa memberikan solusi device atau notebook yang bisa mencerminkan semua kebutuhan, mulai dari lifestyle, persona, hiburan, battery life yang lama, layar yang bagus, dan performanya yang tinggi,” kata Juliana dalam acara The OmniBook Clubhouse 2.0 di Jakarta.

Spesifikasi HP OmniBook 5

Dari sisi tampilan, HP OmniBook 5 menggunakan layar 2,5K OLED dengan tingkat kecerahan hingga 400 nits. HP turut menyematkan teknologi HP Eye Ease untuk mendukung kenyamanan mata ketika laptop digunakan dalam waktu lama.

HP Omnibook 5 AI PC 14′ / Foto: Katikjoe

Fleksibilitas menjadi salah satu fitur yang ditawarkan. Layarnya sudah mendukung touchscreen dan dapat ditekuk sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan dalam mengoperasikan perangkat.

Untuk kebutuhan komunikasi, laptop ini dilengkapi teknologi active noise cancelling (ANC) dari Poly Studio. Sementara itu, pengalaman audio didukung DTS Ultra Dual Speakers yang ditujukan untuk kebutuhan menonton film maupun menikmati hiburan.

HP OmniBook 5 menggunakan prosesor Intel Core 7 Series 3

Pada sektor performa, HP OmniBook 5 mengandalkan prosesor Intel Core 7 Series 3. Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah kehadiran NPU untuk membantu menangani pemrosesan berbasis kecerdasan buatan (AI).

NPU tersebut dirancang untuk meringankan beban CPU ketika menjalankan operasi AI. Dengan demikian, kemampuan pemrosesan AI menjadi salah satu bagian dari peningkatan yang ditawarkan laptop ini.

Menurut Juliana, pemanfaatan AI kini semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari dan bukan lagi sekadar teknologi untuk membangun program atau produk baru.

“Evolusi AI saat ini sudah bukan soal apakah kita bisa membangun sesuatu, atau membuat program, tapi bagaimana kita bisa leverage AI in our life, day to day. Itu sudah sesuatu yang tidak bisa dinegosiasikan, karena kalau kita tidak bisa, kita pasti akan ketinggalan,” ungkapnya.

Daya Tahan Baterai HP OmniBook 5

HP mengklaim OmniBook 5 mampu menawarkan daya tahan baterai hingga 42 jam dalam kondisi offline.

Untuk penggunaan lainnya, laptop ini diklaim dapat bertahan hingga 18,5 jam saat streaming Netflix, 12 jam untuk produktivitas kantor, dan 9 jam ketika digunakan untuk konferensi video.

Dari sisi konektivitas, perangkat ini menyediakan port USB Type-C, audio jack, dan HDMI. HP juga menyertakan charger berukuran lebih kecil agar lebih praktis dibawa bepergian.

HP OmniBook 5 hadir dengan empat pilihan warna, yakni Smoke Silver, Peony Pink, Soft Honeydew, dan Starlit Blue.

HP juga menyediakan aksesori berupa mouse dan laptop sleeve dengan warna senada untuk melengkapi perangkat.

HP OmniBook 5 resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga mulai dari Rp16,99 juta.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch