Pasar robot humanoid global resmi memasuki fase ekspansi nyata pada 2025. Jika sebelumnya teknologi robot humanoid lebih banyak berada di laboratorium riset dan proyek percontohan, kini adopsinya mulai bergerak ke ranah komersial.
Laporan industri terbaru dari Omdia menunjukkan bahwa pengiriman robot humanoid di seluruh dunia mencapai sekitar 13.000 unit sepanjang 2025, menandai lonjakan signifikan dalam permintaan global.
Dikutip dari gizmochina (09/01/26), AGIBOT, Perusahaan robotika asal China berhasil menjadi pemimpin pasar global dengan menguasai sekitar 39% pangsa pasar robot humanoid dunia.
Sepanjang 2025, AGIBOT tercatat mengirimkan lebih dari 5.100 unit robot humanoid, menempatkannya di posisi teratas baik dari sisi volume pengiriman maupun pangsa pasar.
AGIBOT Tinggalkan Pesaing Global
Capaian AGIBOT ini membuatnya unggul atas sejumlah kompetitor kuat, termasuk Unitree, UBTech, serta berbagai perusahaan robotika yang sedang berkembang.
Berdasarkan estimasi Omdia, Unitree berada di posisi kedua dengan pangsa pasar sekitar 32%, sementara sisa pasar terbagi di antara beberapa pemain lain seperti UBTech, Leju Robotics, EngineAI, hingga nama-nama global seperti Tesla dan Agility Robotics.

Kondisi ini menggambarkan lanskap industri robot humanoid yang semakin kompetitif, namun juga memperlihatkan bagaimana AGIBOT mampu memanfaatkan momentum lebih cepat dibanding para pesaingnya.
Dominasi tersebut sekaligus menegaskan posisi China sebagai salah satu pusat inovasi robotika humanoid dunia.
Ragam Produk dan Aplikasi Nyata
Salah satu faktor utama kesuksesan AGIBOT adalah portofolio produknya yang luas dan fleksibel. Perusahaan ini tidak hanya mengembangkan robot humanoid ukuran penuh, tetapi juga menghadirkan model humanoid setengah ukuran serta robot cerdas beroda berbasis embodied intelligence.
Robot-robot AGIBOT sudah digunakan dalam berbagai skenario dunia nyata. Di sektor hospitality, robot humanoid membantu layanan pelanggan dan operasional dasar.
Di sektor manufaktur dan industri, mereka dimanfaatkan untuk tugas-tugas berulang yang membutuhkan presisi tinggi. Sementara di bidang logistik dan keamanan, robot digunakan untuk patroli, pemantauan, hingga pengumpulan data lingkungan.
Selain itu, AGIBOT juga aktif di bidang pendidikan dan riset ilmiah, di mana robot humanoid dimanfaatkan sebagai platform pembelajaran AI, robotika, serta interaksi manusia-mesin. Penggunaan lintas sektor ini membuat produk AGIBOT tidak bergantung pada satu industri saja, sehingga lebih tahan terhadap fluktuasi pasar.
Dinilai Masuk Kelas Dunia oleh Omdia
Dalam evaluasi teknis Omdia terhadap general-purpose embodied robots, AGIBOT mendapatkan penilaian tinggi di berbagai kategori utama. Aspek yang dinilai mencakup mobilitas, kemampuan manipulasi, pembelajaran berbasis AI, serta skalabilitas sistem.
Hasil evaluasi tersebut menempatkan AGIBOT dalam tier pertama pengembang robot humanoid global, sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Unitree dan Tesla. Ketiga perusahaan ini dinilai sama-sama mendorong pengembangan robot humanoid menuju tingkat kecerdasan yang lebih adaptif dan serbaguna.
Bagi investor dan pelaku industri, pengakuan dari Omdia ini menjadi indikator penting bahwa AGIBOT bukan sekadar unggul secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas teknologi yang kompetitif di tingkat global.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
A gaming center is a dedicated space where people come together to play video games, whether on PCs, consoles, or arcade machines. These centers can offer a range of services, from casual gaming sessions to competitive tournaments.
